Tugas bahasa Indonesia merangkum Bentuk Kata

BENTUK KATA

    Bentuk kata yang terdapat pada bahasa Indonesia terdiri dari beberapa macam, yaitu berupa kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang dan kata majemuk.

A. Kata Dasar
~ Merupakan kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar, misal :
• Pergi menjadi dasar bentuk berpergian.
• Lelah menjadi dasar bentuk kelelahan.
~ Contoh :
1. Ular yang mati itu sangat  panjang .
2. Aku pergi ke sekolah dengan ayah.
3. Budi datang ke rumahku dengan sangat cepat.
4. Kakak suka makan kue bakpia dari kota Jogjakarta.
5. Ayah sampai di rumah jam 9 malam, ketika aku sedang tidur.

B. Kata Berimbuhan
~ Merupakan kata yang mendapat imbuhan atau afiks (prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks).
• Prefiks adalah kata imbuhan atau afiksasi awalan. Prefiks: ke-, pe-, dan se-.
Contoh kalimat prefiks:
1.Agus terpilih sebagai ketua panitia kurban.(Adjektiva [A] a nomina [N]).
2.Pedagang batu tahun ini sangat laku keras.(verba [V] a nomina [N]).
3.Budi sekelas dengan Iman.(nomina [V] a nomina [N]).
• Infiks merupakan kata afiksasi sisipan atau yang berada pada tengah kata dasar. Infiks: -el- dan -er-.
Contoh kalimat infiks:
1.Rafi dan Ahmad sedang asyik bermain gelembung sabun.(Adjektiva [A] a nomina [N]).
2.Telunjuk ayah tergores gergaji saat memotong kayu.(verba [V] a nomina [N]).
3.Seruling milik Ahmad terbuat dari bambu.(nomina [N] a nomina [N]).
• Sufiks merupakan kata imbuhan yang biasanya berada dibelakang kata dasar. Sufiks: -an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas.
Contoh kalimat sufiks:
1.Buka bacaan yang dibawa Usma itu milik Zia.(verba [V] a nomina [N]).
2.Agus sangat menyukai asinan yang dibeli ibu.(Adjektiva [A] a nomina [N]).
3.Hotman Paris adalah seorang kritikus politik yang terkenal.(nomina [N] a nomina [N]).
• Konfiks merupakan kata imbuhan atau afikasi  yang terdapat pada awalan dan akhiran dari kata dasar. Konfiks: ke-an, pe-an, dan per-an.
Contoh kalimat konfiks:
1.Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.(verba [V] a nomina [N]).
2.Pertunjukan sulap itu berhasil menarik banyak perhatian.(verba [V] a nomina [N]).
3.Kekayaan Haji Soleh sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.(Adjektiva [A] a nomina [N]).
KATA DASAR

Prefiks:
• Usir
•Judi
•Besar
Infiks:
•Suling
•Tunjuk
Sufiks:
•Catat
•Alami
Konfiks:
•Potong
•Satu
•Hitung
IMBUHAN
Prefiks:
•meng-
•ber-
•per-
Infiks:
•-er-
•-el-
Sufiks:
•-an
•-ah
Konfiks:
•me-i
•me-kan
•memper-kan

KATA BERIMBUHAN
Prefiks:
•mengusir
•berjudi
•perbesar
Infiks:
•seruling
•telunjuk
Sufiks:
•catatan
•alamiah
Konfiks:
•memotongi
•menyatukan
•memperhitungkan

BUKTI KALIMAT
Prefiks:
•Ibu mengusir kecoa yang ada dibawah tempat tidur.
•Pak guru melarang siswanya untuk berjudi.
•Masalah yang dialami oleh Ruroh semakin di perbesar.
Infiks:
•Rani belajar bermain seruling setiap hari.
•Kuku jari telunjuk adik terasa sakit.
Sufiks:
•Ibu guru selalu memberi cacatan pembelajarn setiap hari.
•Ibu selalu membeli obat alamiah di apotik sing-wang.
Konfiks:
•Kakak membantu memotongi kain jahitan ibu.
•Saya mencoba menyatukan tali pramuka yang putus.
•Kania selalu memperhitungkan amal shodaqohnya.

C. Kata Ulang
~Merupakan kata yang terjadi sebagai hasil teduplikasi, seperti pulau-pulau, lauk-pauk, berapi-api.
~ Jenis-jenisnya :
1. Kata ulang dwipurwa merupakan pengulangan sebagian atau seluruh suku awal sebuah kata atau pengulangan suku kata awal.
Conoth:
Tamu      = tetamu
Laki        = lelaki
Tangga   = tetangga
Sekali     = sesekali
Sama      = sesama
2. Kata ulang murni atau kata ulang dwilingga adalah kata ulang yang mengulang seluruh kata dasar dan kata berimbuhan.
Contoh:
Takut      = takut-takut
Datang    = tiba-tiba
Tanda     = tanda-tanda
Tiba        = tiba-tiba
Kejadian = kejadian-kejadian
3. Kata ulang berimbuhan adalah mengulang kata dasar sekaligus dengan imbuhannya (afiksasi).
Contoh:
Malas   = bermalas-malasan
Tinggi  = setinggi-tingginya
Pandai= sepandai-pandainya
4. Kata ulang sebagian adalah mengulang sebagian dari kata dasarnya.
Contoh:
Berjalan     = berjalan-jalan
Memukul   = memukul-mukul
Berlari       = berlari-lari
Sama         = sesama
Tangga      = tetangga
Berapa       = beberapa
5. Kata ulang semu adalah kata dasar yang berupa kata ulang.
Contoh:
Kupu-kupu
Laba-laba
Undur-undur
Biri-biri
Gado-gado
Ongol-ongok
Ondel-ondel
6. Kata ulang perubahan adalah pengulangan kata dasar dengan perubahan.
Contoh:
Balik   = bolak-balik
Sayut   = sayur-mayur
Gerak   = gerak-gerik
Mandir = mondar-mandir

D. Kata Majemuk
Merupakan gabungan kata yang membentuk makna baru.
Contoh : bulu tangkis, rumah sakit, duta besar, sepak bola, matahari.
1. Kalimat Majemuk Setara Sejalan : kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal dengan kondisi atau situasi yang sama.
Contoh : Ayah berangkat ke kantor, Ibu pergi ke pasar sedangkan kakak berangkat kuliah.
2. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan : kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat dengan kondisi atau situasi berlawanan antara satu sama lain.
Contoh : Meski kelihatannya cuek, tetapi dia adalah orang yang sangat perhatian.
3. Kalimat Majemuk Setara Sebab Akibat : kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat, dimana salah satu kalimat menyatakan sebab sedangkan yang lainnya menyatakan akibat.
Contoh : Aku tak bisa pergi ke rumahmu kemarin karena hujannya sangat deras.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Observasi teman

Tugas bahasa indonesia teks eksplanasi tentang makanan sehat