Bahasa Indonesia Kebahasaan Laporan Observasi bab 1

Kebahasaan Laporan Observasi 

1) Sinonim dan Antonim :
#Sinonim merupakan kata-kata yang memiliki bentuk yang berbeda, tetapi kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama.
Contoh Sinonim :
Indah      : Bagus
Pelit        : Kikir
Bohong  : Dusta
Binatang: Hewan
Kesal      : Marah
Mudah   : Gampang
Lemah   : Tidak berdaya
Baju       : Pakaian
Alami      : Tradisonal
Melihat  : Menonton
#Sedangkan Antonim merupakan kata-kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Atau disebut dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
Tinggi     : Pendek
Gelap      : Terang
Jauh       : Dekat
Indah      : Jelek
Kurus     : Gemuk
Panas    : Dingin
Baik       : Jahat
Tarik      : Dorong
Kotor      : Bersih
Sepi        : Ramai
#Relasi makna kata menggunakan :
* Sinonim
* Antonim
* Homoton
* Homonim
* Polisemi
* Homograf

2) Frasa
#Frasa merupakan kesatuan kata yang terbentuk dari dua kelompok kata atau lebih yang memiliki satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah menyesuaikan dengan konteks). Namun tidak memiliki predikat.
#Ciri-ciri Frasa :
1. Dalam frasa terdiri minimal dua kata atau lebih.
2. Memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
3. Harus memiliki satu makna gramatikal.
4. Frasa bersifat nonpredikatif.
#Contoh Frasa :
•Nasi goreng
•Sedang tidur
•Sedang makan
•Banting tulang
•Tidur siang
•Dengan tangan kanan
#Kategori Frasa :
>Berdasarkan jenisnya :
-Frasa verbal
-Frasa nominal
-Frasa ajektiva
-Frasa preposisional
>Berdasarkan fungsinya :
-Frasa endosentris ada 4
( Frasa Atribut, Frasa Apositif, Frasa Koordinatif, Frasa Eksosentris)
#Jenis frasa didapat dari jenis kata yaitu, ( kata benda, kata sifat, kata keterangan)

3) Nomina
Nomina merupakan suatu kata baik yang sifatnya abstrak maupun konkret merujuk pada bentuk dari suatu benda.
#Jenis nomina :
1.)Nomina dasar : suatu kata yang menunjukkan identitas asli atau nyata dari suatu objek yang tidak dapat dijabarkan.
Contoh : Lemari, Radio, Televisi, Buku, Meja, Piring, Kayu dll.
2.)Nomina turunan : suatu kata yang terbentuk berdasarkan dari proses pengimbuhan (afikasi), baik itu dengan kata maupun afiks.
Contoh :
1. (pe-) + verba => (pe-) + kerja = pekerja
2. Verba + (-an) => minum + (-an) = minuman
3. (pe-) + adjektiva => (pe-) + marah = pemarah
4. (pe-) + nomina + (-an) => (pe-) + rumah + (-an) = perumahan

4) Konjungsi (kata hubung) :
#Konjungsi merupakan kata tugas yang fungsinya menghubungkan antar klausa terletak ditengah-tengah kalimat, antar kalimat terletak diawal kalimat, dan antar paragraf terletak di awal paragraf.
#Macam-macam konjungsi:
1. Konjungsi antar klausa
  a) konjungsi koordinatif : yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status setara.
 Contoh : Atau, Dan, Tetapi
 b) konjungai subordinatif : yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan status bertingkat.
Contoh : Andaikan, Supaya, Jikalau, Seakan-akan, Sebab, Karena, Walaupun, Sehingga, Bahwa, Sesudah.
 c)  konjungsi korelatif : yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dengan status setara (sintaksis yang sama).
Contoh :
•Tidak hanya...., tetapi (...) juga
•Jangankan....,... pun
•Bukan hanya...., melainkan...
•Apa(kah).... Atau...
•(se) demikian (rupa)... Sehingga...
•Baik.... Maupun...
•Entah.... Entah...
2. Konjungsi antar kalimat
Merupakan konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Contoh :
•Biarpun demikian, begitu, sekalipun (menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu)
•Kemudian, sesudah itu, selanjutnya (menyatakan ada peristiwa atau keadaan lain diluar hal yang dinyatakan sebelumnya)
•Sebaliknya (menyatakan kebalikannya)
•Malahan, bahkan (menyatakan keadaan sebenarnya)
•Dengan demikian (menyatakan konsekuensi)
•Oleh karena itu (menyatakan akibat)
3. Konjungsi antar paragraf
Merupakan konjungsi yang menghubungkan satu paragraf dengan paragraf lainnya.
Contoh : Terlebih lagi, disamping, tak hanya sebagai, oleh karena itu, berdasarkan.

5) Kalimat Simpleks dan Kompleks :
#Kalimat Simpleks merupakan kalimat yang terdiri satu struktur kalimat dengan satu verba utama, umumnya hanya memiliki pola SPO atau SPOK. (struktur sederhana)
#sedangkan kalimat kompleks merupakan kalimat yang memiliki lebih dari satu pola atau struktur kalimat dan di dalam kalimat ini terdapat lebih dari satu aksi. (struktur lengkap)
# Contoh kalimat Simpleks dan Kompleks:
1. Simpleks :
 •Mangga dan rambutan termasuk dalam jenis bauh-buahan.
•Mangga dan rambutan yang berada ditaman termasuk dalam jenis buah-bauhan
2. Kompleks :
•Kamu akan mendapat prestasi bila kamu belajar dengan rajin.
•Mangga kecil ini merupakan jenis mangga Indonesia dan yang besar tergolong mangga Bangkok.

6) Definisi dan Deskripsi :
#Definisi merupakan suatu kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang suatu benda, hal, aktivitas. Kalimat ini sering digunakan dalam teks laporan dan merujuk istilah teknis atau ilmiah.
#Deskripsi merupakan kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus dari suatu benda. Kalimat ini membantu pembaca membayangkan apa yang sedang dibicarakan.
#Perbedaan Definisi dan Deskripsi :
1.Kalimat definisi menjelaskan gambaran yang umum, sedangkan kalimat deskripsi menggambarkan sesuatu yang lebih spesifik dan ditangkap oleh panca indra.
2.Kalimat definisi jika dibalik tidak merubah atau merusak makna kalimat tersebut. Sedangkan kalimat deskripsi tidak bisa.
#Contoh kalimat Definisi dan Deskripsi :
1. Definisi :
•Awan adalah hasil penguapan air yang dipanaskan oleh sinar matahari.
•Buaya adalah salah satu hewan purba yang masih hidup hingga saat ini.
•Manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak bisa hidup sendiri.
•Herbivora adalah jenis-jenis hewan pemakan rumput.
•Susu merupakan minuman yang kaya akan vitamin dan mineral.
2. Deskripsi :
•Awan memdung bewarna hitam pekat.
•Buaya memiliki kulit kasar dan gigi yan  sangat tajam.
•Manusia memiliki dua buah tangan dan dua buah kaki.
•Harimau memiliki gigi yang tajam untuk mengoyak-oyak daging.
•Semua hewan herbivora memiliki pencernaan yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Observasi teman

Tugas bahasa indonesia teks eksplanasi tentang makanan sehat